Tampilkan postingan dengan label al-qadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-qadar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

Gema Ramadhan

Bukti Allah atas hamba-Nya di bulan Ramadhan sangat tampak,
       Dengan penuh khidmat manusia berhamburan menuju masjid dan surau,
Duhai hamba-Ku ada apa kau menuju masjid-Ku?
       Susahkah kamu mempersiapkan rumah menjadi masjidmu?
Di alam penuh persaingan seperti ini bahkan masjid jadi tempat wirausaha,
       Ramadhan berkahi hamba-Nya karena tak pantas membiarkan mereka,
Sudahkah Ramadhan menjadi madrasah bagi keluargamu?
       Ramadhan mendidikmu dengan gemanya yang tak kalah dengan suaramu,
Tidak itu saja, Ramadhan juga merupakan bulan yang memenuhi berkah untukmu,
       Kemudian jadilah kamu mulia di sisi Allah Azza wa Jalla,
Gaung Ramadhan lumpuhkan kebiasaan manusia beriman yang sok suci,
       Genap apa saja yang diminta manusia Ramadhan dapat memenuhi,
Tak cukup beriman dalam sikapi Ramadhan,
       Gema pun harus menderu di suasana jiwa yang hakiki,
Qur’an turun dan juga malaikat ya ruh suci pun menunjukkan betapa Besar Allah
       Ramadhan datangi manusia untuk mengubah kondisi jiwa yang tak yakin,
Al-qadar menjawab bagi mereka yang tak mampu menjangkau kehadiran-Nya,
       Ramadhan sungguh luar biasa keberadaannya

Selengkapnya

Senin, 09 Agustus 2010

Malam al-Qadar

Limit cobaan bodoh sudah berakhir,
           Apakah masih ada alasan akal,
                        menipu diri,
           Cobaan lain tak ada,
                        asal-asalan sekalipun,
           Bodoh apa lagi yang ada,
                        sudah selesai

Kisah sedih manusia ada dalam cerita,
           Melihat wajah seorang lanjut usia,
                        meratap lalu menangis,
           Asal mula tak ada apa-apa,
                        di alam dunia yang fana,
           Manisnya hanya jadi bahan legenda,
                        sudah pergi ditinggal juga

Merenungi lebah penghasil madu,
           Manisnya lebih dari gula,
                        jadi obat bagi manusia,
           Kalau saja sadar akan hakikatnya,
                        tak ada sedih sisakan tawa,
           Miris hati laksana mulia,
                        lidah dan dada hanya tertawa

Kepedihan manusia akan segera sirna,
           Kedatangan malam yang penuh berkah,
                        bangunlah hai manusia,
           Ada alasan untuk lakukan doa,
                        hapus setiap duka dan nestapa,
           Bila malam itu tiba,
                        bumi laksana tak ada malam gelap gulita

Pulihkan semua pilu manusia di malam mulia,
           Lama sudah derita yang menimpa,
                        malam ajak untuk ceria,
           Duka dan nestapa tak ada berita,
                        bahagia penuh alasan,
           Bingkai pikiran kotor pun tak ada,
                        semua menanti malam mulia segera tiba

Selengkapnya
Read More