Tampilkan postingan dengan label al-Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2016

Berakhir Baik

Jika hidup hanya satu hari
Maka, 1 hari itu lebih baik dari 100 hari
Itu karena 100 hari selalu ada dosa

Jika hidup bersama dalam kebohongan
Maka, kebohongan itu yang menghukumi
Itu karena kebohongan adalah hawa nafsunya

Jika hati dibiarkan tanpa zikir
Maka, hati pasti di dalamnya ada penyakit
Itu karena di dalam hatinya ada dusta

Jika duduk bersama dalam khayalan
Maka, duduknya itu ditemani oleh setan
Itu karena setan suka mengkhayal

Adakah hidup yang lebih baik dari itu?
Harusnya pasti ada
Baik itu ada jika tidak diabaikan

Baik itu bukanlah kebohongan
Baik itu adalah kekuatan jiwa orang beriman
Maka, baiknya orang beriman tidak suka berbohong

Hidup akan menjadi lebih baik
Jika selalu mengingat Tuhan
Karena Dia-lah yang telah berketetapan

Kebaikan hidup berakhir baik
Maka, tiada kerugian bagi yang selalu berbuat baik
Sepanjang perbuatan baiknya diridai Allah
Selengkapnya

Rabu, 24 Juli 2013

Kiblat Al-Hikmah

Dunia hikmah ada di hati kaum beriman yang tak lupa diri
Diandalkan, dijunjung tinggi demi raih cinta ilahi
Kini kupahami bila hati sangat berarti untuk bersemi di pelukan ilahi
Bilakah hati menjadi lihai patahkan iblis sang tirani?

Bilakah iblis juga pandai berujar di dalam hati?
Demi Allah itu tak boleh dibiarkan akan terus terjadi
Asingkan dan usir iblis dari dalam hati
Hati bukan tempat mereka untuk bersemi dalam rida ilahi

Allah sangat menyukai hamba-Nya yang tak takut mati
Sekali ditempa maka tak mundur untuk bertempur menghadapi tirani
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Tak ada yang mati di dalam lindungan ilahi melainkan iblislah yang lari

Akhlak mulia adalah perbuatan yang karena Allah rida menganugerahi
Akankah hati menjadi kiblat al-hikmah jika tak suka bersemi dengan ilahi?
Asma-Nya sungguh indah disebut di dalam hati
Asma-Nya sangat berharap diingat dengan sepenuh hati
Selengkapnya

Senin, 23 April 2012

Satu Hati dalam Jiwa

Duh betapa susah orang yang tak satu hati
Lebih-lebih jika tak punya jiwa yang tiada satu hati
Pudar hati lepaskan jiwa tanpa arti
Seolah hidup tidak berarti

Keluhuran budi pekerti sangat teguh dan sepenuh hati
Aktif dan tak mati satukan hati
Setia berpadu satu akal dengan satu hati
Itulah satunya hati dalam jiwa insani

Betapa hidup iman yang satu hati dengan ilahi
Ditenteramkan hatinya bersatu padu jiwa dan hatinya
Sangat setia hatinya memuji Sang Ilahi
Akal pun tak pernah lalai mendengar apa kata hati

Diikat sangat kuat janji ilahi dalam hati
Agar hati dalam jiwa tak lupa diri
Jaga hati adalah bukti insan berbudi pekerti
Malaikat pun senyum berseri turut menemani

Takdir ilahi menghendaki ketulusan hati dengan cinta sejati
Ke mana pun pergi hati tak pernah lupakan Ilahi Robbi
Dipuji dan diimani tanpa henti dalam hati
Dengan keluhuran hati iman pun tak pernah mati, bahkan abadi

Satu hati dalam jiwa tak pernah mengingkari janji
Kepada diri dan Ilahi Robbi
Bersemayam dalam hati Sang Ilahi tuk menemani diri
Selaksana tiada dua antara hati dan Ilahi Robbi


Selengkapnya

Selasa, 13 Maret 2012

Rindu Pada-Mu Ya Robbi

Adakah seorang hamba tak pernah rindu pada-Mu Ya Robbi?
Betapa meruginya dia Ya Robbi
Adakah kerinduan pada-Mu tidak menguraikan rahmat-Mu Ya Robbi?
Aku hanyalah seorang hamba yang lemah dan tak berdaya di hadapan-Mu Ya Robbi!

Dari hati yang bertahta redam segala angkara murka Ya Robbi
Seluruh Rasul dan Nabi telah Kau tanamkan kerinduan yang mendalam pada-Mu Ya Robbi
Adakah kami umat Muhammad Saaw tidak Kau tetapkan dalam hati rasa kerinduan Ya Robbi?
Aku hanyalah seorang hamba yang tak tahu apa-apa Ya Robbi!

Sudahkah diri kami patut merindu pada-Mu Ya Robbi?
Tetapi bagaimanakah kami seharusnya merindu kepada-Mu Ya Robbi?
Tidakkah Engkau terbatas dinding bagi kami yang penuh dusta Ya Robbi?
Aku hanya seorang hamba tak mengerti bagaimana yang menjadi kehendak-Mu Ya Robbi!

Dengan penuh harap kami hanya bermohon agar dibukakan bagi kami hati yang merindu Ya Robbi
Biarlah dengan segenap kedurhakaan kami selain Engkau maafkan Ya Robbi
Biarkan kami tak pandai berterima kasih kecuali Engkau curahkan kasih sayang Ya Robbi
Aku hanya seorang hamba yang hanya bisa berharap kebaikan Ya Robbi!

Lalu dengan apa kami mendapati hati yang merindu pada-Mu Ya Robbi?
Haruskah hatiku berdzikir pada-Mu Ya Robbi?
Atau kami harus tunduk dan patuh pada-Mu Ya Robbi?
Aku hanya seorang hamba tak tahu bagaimana jadinya jika tiada Engkau tanam kerinduan Ya Robbi!

Jadikan aku semakin yakin mengenali kehendak-Mu Ya Robbi
Engkau rida hati kami bertambah yakin akan kemahakuasaan diri-Mu Ya Robbi
Rindukan hatiku pada apa pun yang Engkau ridai Ya Robbi
Aku hanya rindu pada-Mu Ya Robbi.





Selengkapnya

Minggu, 15 Januari 2012

Pintu Kemuliaan

Adakah seorang hamba dapat meraih pintu kemuliaan?
Gerangan pintu kemuliaan itukah yang ditunjuk Tuhan?
Alangkah beruntungnya sekiranya meraih pintu kemuliaan!
Tuhan Yang Maha Mulia menempatkan di sisi-Nya pintu kemuliaan

Duhai jiwa mengertikah perkataan Allah akan kemuliaan?
Hati sudah tahukah apa itu kemuliaan?
Adakah diri mengenal bagaimanakah itu kemuliaan?
Juga kau ruh dapatkah menjelaskan apa itu kemuliaan?

Kini kemuliaan ikut tersisihkan dari jiwa kaum beriman
Sayang sekali banyak mukmin menjauhkan diri dari kemuliaan
Padahal itu milik Tuhan orang-orang beriman
Pelita hati redup karena tiadanya di dalam jiwa kemuliaan

Pintu kemuliaan seorang hamba diikat dalam ketakwaan
Jika tiada takwa maka mustahil meraih pintu kemuliaan
Kuncinya terletak pada keyakinan orang yang beriman
Jika kunci telah diraih, Dia pun rido membuka pintu kemuliaan
Selengkapnya

Selasa, 10 Januari 2012

Dalam Pelukan Sang Kekasih

Ada dunia yang sulit dimengerti akal
Alam malakut nun jauh jarak di luar akal
Hukum dunia manusia sebagaimana dipahami akal
Agama Allah tidak ditentukan oleh keterbatasan akal

Gairah hati orang yang menggunakan akal
Jauh berbeda dengan yang hatinya di belakang akal
Hukum Ilahi bagi orang-orang yang berakal
Takkan dapat dipahami jika masih mengedepankan akal

Bukan karena tidak punya akal
Hanya saja masih terus mengunggulkan akal
Padahal akal dimaksudkan supaya menjadi berakal
Tidak sebatas bangga punya akal

Dalam pelukan Sang Kekasih orang yang berakal
Jauh berbeda kekasih yang dipeluk jika tak berakal
Kekasih Tuhan bukan tidak berakal
Justru berakal dalam pelukan Sang Kekasih Pencipta akal

Pelukan-Nya adalah kerinduan-Nya bagi yang sudah berakal
Keluh lidah mengungkapkan jeritan hati orang berakal
Dalam jiwa telah dilindungi dari bisikan iblis penakluk akal
Itulah dia berada dalam pelukan Sang Kekasih hamba berakal
Selengkapnya

Minggu, 13 November 2011

Bukan Keinginanku, Tapi Kehendak-Nya

Kalau aku lahir ke alam dunia
Pasti bukan keinginanku, tapi kehendak-Nya
Bila aku harus berbuat mengikuti jalan-Nya
Itu juga bukan keinginanku, tapi karena kehendak-Nya

Hidup haruslah bahagia di dunia juga di akhirat
Itu bukan keinginanku, tapi kehendak-Nya
Hidupku bukan bagaimana menurut keinginanku seharusnya
Tapi berada di jalan-Nya sebagaimana kehendak-Nya

Sekiranya hidup menuruti keinginanku, bukan menuruti kehendak-Nya
Pastilah merugi akhirnya
Keinginanku mustahil mampu memenuhi kehendak-Nya
Sekiranya tak mau mendahulukan kehendak-Nya

Al-Qur'an mengajarkan agar hidup berserah diri kepada-Nya
Dunia lahir bukan mengikuti bagaimana keinginan makhluk-Nya
Beribadah untuk menyembah hanya kepada-Nya
Itu juga merupakan kehendak-Nya

Maka, hidupku sudah pasti harus mengikuti kehendak-Nya
Itu jika berharap hidup menjadi bahagia
Bila hidup hanya mengikuti apa yang menjadi keinginanku saja
Pastilah kehendak-Nya tak dipatuhi olehku sebagai hamba-Nya

Kuingin begini dan begitu harus sejalan dengan kehendak-Nya
Sekiranya jauh dari apa yang dikehendaki-Nya
Maka, keinginanku hanya bertumpu pada nafsu dunia
Mulia hidup pasti juga jauh berlabuh di dermaga cinta-Nya

Allah Yang Maha Mulia pasti mengatur seluruh makhluk-Nya
Sebagaimana yang dikehendaki-Nya di dalam kekuasaan-Nya
Ada keinginan yang disediakan tapi jangan abaikan kehendak-Nya
Itu telah menjadi ketetapan-Nya

Dahulukanlah kehendak-Nya
Perintah dan larangan-Nya adalah kehendak-Nya
Bila mengikuti kehendak-Nya
Allah pasti mampu memenuhi apa yang diinginkan makhluk-Nya

Sudah siapkah menjalani hidup sebagaimana kehendak-Nya?
Boleh saja berkeinginan jika diizinkan oleh-Nya
Jangan mengetahui hanya untuk menuruti nafsu dunia
Tapi ketahuilah ada kehendak-Nya.

Selengkapnya

Senin, 17 Januari 2011

Badai Hati

Ada semilir angin menerpa hati!
Gerangan apakah angin yang menyejukkan hati?
Aduh ternyata itu bukan udara segar yang menyentuh sampai di hati
Badai hati terdengar gemuruh selaksana mau mati!

Adakah itu pertanda hati sedang bergejolak tanpa berarti?
Alangkah tak mengertinya diriku akan yang hakiki!
Badai itu begitu mendebarkan suasana hati!
Alangkah kerdilnya diriku bila badai hampiri hati!

Badai hati sebutannya karena gemuruh terdengarnya!
Gejolak jiwa orang mengenalnya!
Sulit bila tak mengerti maknanya!
Itulah hati yang sedang merindu pada kebesaran-Nya!
Selengkapnya

Kamis, 28 Oktober 2010

Andai aku Tahu Siapa diriku?

Andai aku tahu siapa diriku maka aku ada,
Andai aku tak tahu siapa diriku maka aku tak ada,
Andai aku tahu tetapi tidak tahu maka aku pun tiada,
Andai aku tahu tetapi tetap tahu maka aku bukan apa-apa.

Apa pun yang ada adalah pasti karena Dia,
Apa pun yang tidak ada adalah juga karena Dia,
Apa pun yang ada dan tidak ada pasti karena Dia juga,
Apa pun yang serba ada dan tiada, Dia adalah penentunya.

Duhai Sang Penentu yang ada dan tiada,
Dalam kesendirian aku berkata adakah Engkau di situ?
Duhai Yang Senantiasa Ada di manakah aku menemukan-Mu?
Duhai Yang Pasti Ada di manakah aku tahu bahwa diriku juga ada?

Ada-Nya Engkau sudah pasti bagaimana dengan adanya aku?
Adanya aku tak mungkin tak Ada-Nya Dia,
Adakah Ada-Nya menjadikan diriku juga ada di Diri yang satu?
Andai aku tahu siapa diriku maka aku pasti tiada kalau bukan Dia Ada.
Selengkapnya
Read More