Tampilkan postingan dengan label Hamba-Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamba-Ku. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2013

Derita Karena Iblis Sang Penggoda

Al-Quran telah terangkan semuanya
Jika iblis rakus durjana
Ingin tetap di surga tak mau beribadah
Menyembah Allah jika puaskan keangkuhannya

Laknat Allah ditimpakan padanya
Turuni surga menyeret manusia
Menebar petaka angkara murka
Tak sedikit putra-putri Adam bertanya: "Mengapa?"

Allah pun menjelaskan rayuan iblis penggoda
Mampu membawa bencana
Baik di dunia juga di alam baka
Sungguh sangat menderita manusia yang hina

Ke mana jika bukan berteduh kepada Sang Maha Pencipta
Bertobat dan berlindung kepada-Nya
Hidup hanya sementara
Tak patut rindukan dunia

Duhai anak Adam yang serakah
Awas iblis menggoda
Menjebak dan menghina
Padahal membungkus pada api neraka

Biarkan iblis menggoda
Jauhkan diri dari bisikannya
Pujilah Dia Tuhan Yang Esa
Beribadah untuk selamatkan jiwa dan raga
Selengkapnya

Kamis, 10 Mei 2012

Ahli Ibadah

Dibentangkan sajadah dengan sujud yang panjang di kegelapan malam
Air mata meleleh tanpa terasa bumi dipijaknya selaksana kelam menghujam
Allah, Duhai Tuhan yang telah alirkan sederet keceriahan alam
Adakah Diri-Mu dengarkan seuntai pujian yang begitu mendalam?

Aduhai diri yang telah banyak disibukkan dengan kegelapan malam
Patutkah mendekatkan diri tanpa mengikuti tujuan penciptaan alam?
Ke mana diri kau seharusnya berlari dalam kehidupan berwajah muram?
Adakah Dia Sang Pencipta alam dalam diri berdiam?

Tuhan akankah Engkau rindukan seorang hamba dalam kekelaman malam?
Aduhai betapa meruginya bila Engkau tak berkenan turun memberi salam?
Ajakan dan seruan untuk beribadah seolah tak berguna sekiranya Engkau diam
Adakah Engkau berkehendak untuk mengikuti pesan keheningan malam?

Perlukah diri memahami akan kehendak-Mu dengan sejumlah kalam?
Duhai Tuhan Sang Penguasa alam
Andaikan tiada bertepi solat di tengah malam
Akankah Engkau panjangkan pahala untuk beribadah malam?

Andai Engkau tidak menutup malam dengan ampunan di saat mata terpejam
Adakah siang mengubah kedurhakaan menjadi pelita yang tak pernah kelam?
Aduhai betapa meruginya jika malam berubah tapi siang bertambah muram?
Dapatkah dengan ibadah dunia bertambah tenteram?

Perlukah dengan dunia yang sedemikian kejam panjangkan malam?
Duhai Sang Pencipta malam yang tak pernah diam membungkam
Adakah setiap diri beribadah Engkau tetap diam?
Pasti tidak, karena Engkau Maha Hidup dan takkan pernah diam!

Ahli ibadah, bagaimanakah dirimu dalam kehidupan di tengah alam?
Adakah dirimu sudah menghadap Tuhan dengan tetap diam dan kelam?
Ah, betapa tak berguna jika tetap diam dan tak pernah tersungkur di tengah malam
Adakah dalam diam dirimu mengingat keagungan Tuhan di tengah malam?





Selengkapnya

Jumat, 17 Februari 2012

Lihat dan Renungkan

Lihat bukan untuk ditatap, melainkan untuk direnungkan
Luar biasa jika jauhkan diri dari kecongkakan
Buah pahala merenung lebih besar jika diamalkan
Keluasan ilmu-Nya redupkan akal yang diunggulkan

Jelas bukan tipuan apa yang dilihat dan disaksikan
Seluruh alam yang luas membentang sulit untuk dipikirkan
Selain untuk lebih diperhatikan dan direnungkan
Betapa Agungnya Dia yang telah menciptakan

Kini telah dibuktikan oleh orang yang memikirkan
Bahwa Dia tak dapat dipersekutukan
Dengan kehendak-Nya semua terjadi tanpa dipikirkan
Terjadilah, maka terjadilah dengan mudah dan tak terlupakan

Lihat dan renungkan
Semua sudah jelas tak perlu diragukan
Bahwa Dia Yang Maha Pemilik apa saja yang dibutuhkan
Seluruhnya telah dipersiapkan untuk makhluk yang diciptakan

Adakah yang sudah terbuka mata hati untuk mengagungkan?
Untuk Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Mengalahkan?
Dari mana dan mau kemana sesudah diperlihatkan?
Tak ada tempat untuk berlabuh yang membahagiakan jika Dia dilupakan

Selengkapnya

Minggu, 27 November 2011

Bunga Kerinduan

Bunga indah jika dipandang dengan kerinduan
Hitung-hitung hikmahnya susah diperkirakan
Kuning, hijau, putih dan merah terlihat menawan
Mirip kemuliaan orang yang sudah meraih cinta Tuhan

Bunga indah tak pernah hilangkan kerinduan
Jika indah pasti menyenangkan penglihatan
Bilakah indah berimbas pada orang beriman?
Bukan tiada mereka memperoleh kesempatan

Kunci indah ada di taman pujaan
Kiranya itu mirip kualitas keimanan
Bunga indah pasti lahirkan kerinduan
Maka hanya kilau cahaya yang mampu menaklukan

Bunga indah itu sungguh memikat hati orang beriman
Bila telah tertawan di dunia maka indah di Hari Kemudian
Tak perlu ragu rahmat Tuhan
Siapa yang beriman lagi beramal soleh pasti merindukan

Hilangkah susah jika tiada keindahan
Raihlah indah dengan hati kerinduan
Kirimkan segera sepucuk surat lamaran
Untuk meraih bunga indah yang merindukan

Selengkapnya

Jumat, 19 Agustus 2011

Menggapai Jiwa yang Tenang

Mutmainnah akhirnya
Untuk yang berdzikir kepada-Nya
Hatinya tak pernah melupakan-Nya
Mulutnya hanya ungkap suara hatinya

Jiwa yang tenang
tak pernah bimbang
Damai di hati dengan dada lapang
Dari waktu ke waktu selalu berjuang

Berada di dalam suasana jiwa yang tenang
Apa pun hanya disandarkan kepada Yang Maha Penyayang
Mudah dalam banyak hal diiringi hati riang
Tak ada keadaan yang mengandung berlagak jalang
Selengkapnya

Selasa, 02 Agustus 2011

Takwa dengan Berpuasa

Ramadhan bulan penuh rahmat, ampunan dan berkah!
Untuk kaum mukmin yang tulus menunaikan puasa,
Allah Swt melipatgandakan pahala.
Bahkan dapat meningkatkan derajat takwa!

Dahulu juga telah diperintahkan berpuasa!
Tetapi, kini puasa untuk kaum mukmin umat Rasulullah yang mulia!
Pasti berbeda.
Sekiranya berpuasa untuk mencegah nafsu dunia!

Dengan ramadhan, setiap mukmin dapat berpuasa untuk takwa!
Ada Al-Qur'an yang mulia diturunkan pada malam Al-Qadar!
Juga para malaikat dan ruh-ruh suci.
Cahaya-Nya lebih baik dari seribu bulan.

Dunia bagaikan tiada kegelapan saat Al-Qur'an turun ke bumi.
Sebulan penuh malam-malam ramadhan menemani kaum mukmin tanpa rupa.
Hadirnya bukan karena diminta, melainkan karena Dia Yang Maha Kuasa!
Untuk menguji kaum mukmin agar menjadi bertakwa!

Malam penuh kasih sayang dihamparkan untuk orang-orang beriman!
Siang hari diperintah untuk berpuasa.
Siang dan malam bulan ramadhan tiada waktu yang hampa dari karunia-Nya!
Rugilah orang-orang yang mengabaikan-Nya!

Ramadhan telah dipilih menjadi bulan penuh kemuliaan!
Orang-orang beriman yang hadir pada bulan ramadhan sepatutnya gembira!
Telah dipersiapkan untuk menggapai derajat mulia di sisi-Nya!
Kemuliaan diri mengantarkan orang-orang beriman sebagai hamba-Nya yang setia.

Jangan biarkan berpuasa tanpa makna!
Hayati dengan sepenuh hati bukan karena terpaksa!
Agungkan asma-Nya di sepanjang waktu berpuasa!
Basahi bibirnya, juga hatinya, dengan menyebut asma-Nya Yang Maha Mulia!

Alangkah indahnya berpuasa akhirnya menjadi bertakwa!
Perut kosong tidak sia-sia!
Dapat mencegah nafsu yang suka menipu daya umat manusia!
Inilah hakikatnya berpuasa untuk bertakwa!
Selengkapnya

Kamis, 19 Mei 2011

Tawadhu (Rendah Hati)

Kalimat-Mu sungguh begitu indah,
sarat dengan pelajaran yang menggugah!
Diberitakan kepada umat manusia untuk beribadah
hanya kepada-Mu tanpa lelah!
Amat celakalah mereka yang tidak bergairah dan selalu lengah!

Kau sebut orang yang tidak menyembah kepada-Mu sebagai orang yang sombong!
Begitupun kaum musyrik yang mendua dalam beribadah selalu condong
kepada setan yang sombong dan penuh bohong!
Sombong dan penuh bohong dibenci dan tak akan ditolong!

Hamba yang senantiasa tunduk dan patuh Engkau sebut Tawadhu!
Hatinya selalu merindu menyebut asma-Mu tanpa pernah batal wudhu!
Siang dan malam selalu mengagungkan-Mu dan merendah karena rindu!
Sikap, tutur kata dan perbuatannya selalu menunggu petunjuk Pemandu!

Begitulah hati orang yang merindu selalu tunduk dan takut akan kemahabesaran-Mu!
Dunia baginya sebatas persinggahan waktu menunggu akan panggilan-Mu!
Rendah hatinya kepada-Mu!
Takut akan tiadanya kecintaan dari-Mu!


Selengkapnya

Selasa, 08 Februari 2011

Cinta Ilahi

Bagitu indah terdengarnya: Cinta Ilahi!
Adakah itu dapat terjadi?
Ada atau tidak ada sangat bergantung pada apa kata hati!
Ada sekiranya hati memang merindukan Ilahi.

Manusia sejati senantiasa dambakan Ilahi!
Yang hatinya kosong selalu rindukan bukti!
Apa bedanya manusia dan barang bukti?
Manusia bukanlah barang yang tiada berarti!

Cinta Ilahi adalah anugerah yang pasti terbukti!
Bukan janji tanpa adanya bukti yang pasti!
Allah Maha Suci ada-Nya pasti dengan bukti!
Tapi Dia bukanlah si tukang bukti yang tak pasti!

Allah ada maka pasti tidak sebatas janji!
Manusia suci adalah bukti cinta Ilahi!
Alangkah rugi bila esok mati jauh dari Ilahi!
Masihkah perlu bukti?
Selengkapnya

Senin, 29 November 2010

Masihkah diriku Menjadi Seorang Hamba

Adakah diriku ini seorang hamba-Mu ya Allah?
Duhai Allah sejak Kau hidupkan diriku tidak pernah aku menemui-Mu!
Sejak diriku menjadi manusia aku hanya tahu Allah itu ada!
Saat aku menjadi dewasa diriku tetap saja hanya seorang manusia biasa.

Dapatkah diriku menuju ke hadirat-Mu ya Ilahi?
Deras tangisku takkan menguasai diriku kecuali Engkau ridoi!
Salahkah bila aku memohon kepada-Mu ya Robbi?
Andai kutahu bagaimana seharusnya mengabdi pasti hatiku berseri.

Sadarkah diriku bila memohon kepada-Mu menjadi seorang hamba-Mu?
Duhai Ilahi aku hanya seorang makhluk yang telah menipu diriku
Akankah aku sanggup sebagai hamba yang patuh kepada-Mu?
Sadar kini bahwa diriku sangat membutuhkan-Mu.
Selengkapnya

Jumat, 05 November 2010

Kuingin Mengabdi Kepada-Mu

Patutkah duhai Allah bila diriku mengabdi kepada-Mu?
Patutkah duhai Allah diriku menginginkan belas kasihan dari-Mu?
Patutkah duhai Allah diriku mengikuti perintah-Mu?
Patutkah duhai Allah diriku mengabdi demi akhirat-Mu?

Akankah diriku Engkau terima sebagai hamba-Mu?
Akankah diriku menjadi pengabdi di keluasan kasih sayang-Mu?
Akankah diriku Engkau ajukan sebagai hamba yang patuh dan ta'at kepada-Mu?
Akankah diriku adalah pujaan bagi seluruh makhluk-Mu?

Asma-Mu kusebut di sepanjang waktu!
Asma-Mu menjadi seakan ada-Nya diri-Mu!
Asma-Mu merupakan ketenangan jiwaku bila kusebut rindu!
Asma-Mu menjadi dambaanku tuk meraih dekatnya dengan-Mu!

Selengkapnya

Jumat, 01 Oktober 2010

Bahagia Lahir dan Batin

Allah Azza wa Jalla sasaran kerinduan setiap mu’min setia,
adalah Dia yang menenangkan hati orang-orang beriman asalnya.
Pasti bahagia siapa saja yang mendapatinya,
alhamdulillah seharusnya anda sampaikan kepada-Nya.

Jika bukan karena Dia mana mungkin anda selalu bahagia,
subhanallah ada dua dunia, lahir dan batin di dunia.
Bagaimana anda tidak bersegera untuk selalu mendekati-Nya,
basah sudah bumi tercurah hujan yang melanda.

Sudahkah anda merasa hadirnya Dia di hati yang mulia?
cobalah sebentar saja jangan lupakan Dia.
Allah Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya pasti ada-Nya,
Baik buruk andalah yang memulainya.

Selengkapnya

Kamis, 02 September 2010

Puasa Hamba

Andaikan kutahu pahala puasa adalah kemuliaan,
maka tak mungkin aku berpuasa sekedarnya.
Kuingin kembalikan aku ya Allah pada puasa yang meneguhkan jiwa.
Bukan puasa hanya wajib,
tetapi lebih dari itu.

Andaikan Kau beri aku waktu di tahun depan,
jadikan diriku orang yang senantiasa berpuasa lebih dari sekedar.
Menjunjung tinggi nilai-nilai berpuasa sebagaimana seharusnya.
Berpuasanya manusia-manusia yang merendah di hadapan-Mu.
Ya Allah diriku belum mampu memaknai puasa yang seharusnya,
bukan asal puasa.

Duhai Allah kini kutahu bagaimana kehendak-Mu,
saat manusia diwajibkan berpuasa.
Bahwa puasa seorang hamba tidak begitu,
melainkan puasa yang mengerti hakikatnya.
Puasa bukan menahan lapar dan haus,
namun puasa yang sungguh-sungguh puasa lahir dan batin.

Puasa seorang hamba memang begitu seharusnya,
bukan sekedar puasa.
Puasa seorang hamba menjangkau langit,
menemui Sang Maha Raja.
Itulah puasa yang bernilai kemuliaan.
Selengkapnya

Rabu, 18 Agustus 2010

Ma'rifatullah

Melalui jalan yang tak bertepi terasa sangat sunyi,
       Samudera pun sepi dari para pencari rezeki,
Ya Robbi Engkaukah yang aku cari selama ini,
       Kini kudapati jalan yang selalu abadi setia menanti,
Beribu pasang mata hati tak mau mendekati,
       Diam tak berani untuk menyertai,
Begitu lengang tanpa ada yang menemani,
       Diriku dibuat terpanah oleh sinar yang berseri,
Kucoba untuk menatap tapi ada rasa tak berani,
       Duhai pelita begitu indah tak tampak melukai,
Ada juga yang mau menghampiri penuh asyik dalam diri,
      Wajah-Nya begitu menua tapi tak tampak asli sekali,
Mukaku tak ada tapi Wajah-Mu kudapati dalam hati,
       Seolah tak mungkin bahwa itu terjadi di dalam bingkai hati,
Ma’rifatullah orang menyebut peristiwa yang dialami,
       Seorang penempuh jalan yang sudah mencapai pada puncak rahasia ilahi,
Pintu hati kini mulai terasa terisi penuh dengan percaya diri,
       Sekalipun tak ada orang yang menyalami bunga hati tersenyum abadi,
Soal asal usul mulai menjadi panutan manusia sejati,
       Baru aku sadari tidak ada yang menempati posisi,
Bergetar sanubari yang berada di balik pujaan manusiawi,
       Sadar akan diri bahwa Allah Yang Maha Terpuji.

Selengkapnya

Minggu, 15 Agustus 2010

Selalu Tersenyum

Kemana manusia mencari keindahan hakiki tanpa merasa lelah?
        Badan sulit lakukan mata bersedih tanpa melupakan kekacauan,
Adakah manusia dapat hapus kesedihan dari matanya?
        Jamaah tablig akbar pun tak mampu selain dirinya,
Salahkah jika kau senyum tanpa merasa kelu bibir?
        Manusia sangat mendambakan bibir yang menyejukkan hati,
Senyum hapus duka yang melingkup dunia tanpa tanya,
        Buang semua keluh kesah bila ada senyum di bibir,
Tidur sebagai istirahat menjadi sebetulnya terjadi,
        Sebab tak ada luka di hati, nestapa pun tiada,
Jendela semilirkan udara segar di saat bangun dari tidurku,
        Tidak ada sepi tanpa suara selain ada keindahan langsung dari hati,
Di alam yang penuh dusta maka tersenyumlah sebagai keindahan tiada tara,
        Senyum membawa berkah bagi setiap manusia yang melihatnya,
Kejahatan manusia takkan sirna tanpa merasa ada senyum dengan sesama,
        Ceria adalah suasana yang sangat didamba oleh sang ksatria,
Mengapa tiada yang mencoba untuk membuat hati menjadi mulia,
        Cerita manusia akan derita tak mungkin sirna bila tiada mulut bicara,
Akankah segera akhiri dunia yang penuh luka tiada akhir?
        Sudahlah kau derita jika hanya melihat tanpa mau berbagi senyum

Selengkapnya

Minggu, 08 Agustus 2010

Solatku


Menuju ajal saat yang tepat untuk Allah,
             Menjemputnya lewat solat,
                       sadarlah hai manusia,
             Ke mana pun ada catatan untukmu,
                       jatah waktu tak melebihi yang ada,
             Lama adalah ukuranmu,
                       padahal kau tak tahu batas usiamu,

Kalau ada ajal apalah arti dirimu,
            Tak lebih sekedar hamba yang hina,
                       sakit pun kau tak mampu obati,
            Adakah yang bisa mencegah ajal darimu?
                       satu detik pun tak ada,
            Solat sudahkah menuju pada ajal?
                       aku adalah makhluk Allah apa adanya,

Andaikan solatku akan menghindar dari ajalku,
           Ajal justru mendekatiku,
                       solatku adalah ajal yang menemaniku,
           Bagaimana ajalku bagaimana solatku,
                       solat yang menemaniku solat yang dibanggakan ajal,
           Sudahkah solat yang dihormati ajal?
                       aku tahu solatku bukan sekedar tapi butuh
Selengkapnya
Read More