Rabu, 08 Juni 2011

Kasih Sayang Allah

Andaikan ada satu saja, tidak lebih, orang menyayangi,
maka sayangnya karena dia memiliki hati.
Gerangan adakah kasih sayang manusia sangat berarti bagi hati?
Sudah pasti memang ada terjadi.

Sekarang bagaimanakah Allah berkasih sayang kepada hati?
Apa yang akan terjadi bagi yang punya hati?
Sudah pasti, jika hatinya yang bergeliat, Allah beri bukti
Bukan mustahil, melainkan benar-benar bukti!

Sayang-Nya kepada kaum mukmin mengantarkan sampai tak pernah henti
Diberi dan dilindungi,
Dikehendaki sebagai seorang wali,
Disantuni dengan penuh senyum berseri!

Sekiranya telah disayangi, si pemilik hati sangat bahagia sekali
Sehari tak disantuni, seolah hati serasa sepi
Sehari tak disalami dengan cahaya-Nya yang indah sekali, dunia bagaikan mati
Sehari tak dihampiri, hati sangat terasa sunyi!

Kasih sayang adalah tanda bukti bagi orang yang meyakini
Diberi, dilindungi, disantuni dan dikehendaki sudah pasti,
adakah yang masih terus sangsi?
Duh, sayang sekali masih banyak manusia yang tidak menyadari.

Bukan seharusnya menjaga diri untuk tetap berbakti,
tapi jauhkan diri seolah tak mau peduli,
bahkan sampai bunuh diri!
Duh, teganya sakiti hati untuk tutupi kedurhakaan diri.

Biarlah hati yang sangat peduli pada yang hakiki,
jangan campuri dengan akal yang tak berbudi,
sulit bila tak mau berserah diri,
karena senang penuhi nafsu hewani yang merasuk ke dalam hati.

Kasih sayang dapat disadari bila senantiasa menjaga hati,
bukan untuk dikotori,
bukan untuk dibohongi,
juga bukan disakiti.
Selengkapnya

Kamis, 19 Mei 2011

Tawadhu (Rendah Hati)

Kalimat-Mu sungguh begitu indah,
sarat dengan pelajaran yang menggugah!
Diberitakan kepada umat manusia untuk beribadah
hanya kepada-Mu tanpa lelah!
Amat celakalah mereka yang tidak bergairah dan selalu lengah!

Kau sebut orang yang tidak menyembah kepada-Mu sebagai orang yang sombong!
Begitupun kaum musyrik yang mendua dalam beribadah selalu condong
kepada setan yang sombong dan penuh bohong!
Sombong dan penuh bohong dibenci dan tak akan ditolong!

Hamba yang senantiasa tunduk dan patuh Engkau sebut Tawadhu!
Hatinya selalu merindu menyebut asma-Mu tanpa pernah batal wudhu!
Siang dan malam selalu mengagungkan-Mu dan merendah karena rindu!
Sikap, tutur kata dan perbuatannya selalu menunggu petunjuk Pemandu!

Begitulah hati orang yang merindu selalu tunduk dan takut akan kemahabesaran-Mu!
Dunia baginya sebatas persinggahan waktu menunggu akan panggilan-Mu!
Rendah hatinya kepada-Mu!
Takut akan tiadanya kecintaan dari-Mu!


Selengkapnya

Kamis, 28 April 2011

Dusta, Angkuh, Tipu Daya, Angkara Murka

Kemana pun dia berada, maka dusta adanya
Angkuh sifat aslinya
Selalu menipu daya dalam wujudnya
Angkara murka kesenangannya

Setan sang pemiliknya
Manusia yang mengikutinya, buruk akhlaknya
Manis di mulut, busuk di hatinya
Tampak santun wajahnya, asyik dilihat senyumnya

Berpura-pura sebenarnya
Manisnya, santunnya adalah jebakannya
Maka, simaklah pembicaraannya
Dengarkan niatnya: selalu terdengar baik, padahal jahat

Itulah tipu dayanya
Sulit bila kosong hatinya tuk menangkap arahnya
Ada Dia Yang Maha Mengetahui akhlaknya
Adukan pada-Nya, jangan biarkan terlena menerima rayuannya

Ajakannya selalu dusta penuh kepalsuan
Rayuan manisnya menghanyutkan daya hayal
Tertipu oleh godaannya, sesat jadinya
Sayang solatnya bila selalu berkhidmat padanya

Amarah, angkara murka selalu terselip di dadanya
Marah adalah wataknya
Adalah Dia Yang Maha Memberi Kesejukan Jiwa bila menyebut asma-Nya
Asyik nikmatnya bila mengingat diri-Nya

Berlindunglah kepada-Nya
"Ya Robbi, aku berlindung dari bisikan setan di dalam diriku,"
"Dan aku berlindung kepada-Mu Ya Robbi,"
"Singkirkan setan dari diriku."

Allah Azza wa Jalla memerintah kaum mukmin agar menyeru asma-Nya
Bukan untuk diri-Nya
Ada-Nya adalah untuk makhluk-Nya, yang sangat menggantungkan kepada-Nya
Dia lah Allah Sang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana di dalam kekuasaan-Nya

Tiada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan pertolongan-Nya
Segala hal ada di dalam keagungan-Nya
Kecil seluruh makhluk-Nya di dalam genggaman tangan-Nya
Allah sangat menghendaki agar umat manusia tunduk dan patuh kepada-Nya

Ada-Nya di wilayah-Nya
Ada-Nya di dalam Dia Yang Maha Menguasai seluruh ciptaan-Nya
Ada-Nya di dalam kehendak-Nya
Ada-Nya di dalam seharusnya wujud Ilahi Yang Maha Suci atas diri-Nya
Selengkapnya

Assalam: Ada-Nya Islam

Assalam, begitu indah didengar,
juga diucapkan.
Adakah indah dalam perbuatan?
Ada: tetapi malu atau berasa susah mengamalkannya.

Assalam, sebenarnya bukanlah sebutan untuk didengarkan,
atau disalahmaknai, bukan...bukan itu!
Akan tetapi, dia ada 1 (satu): Untuk diamalkan!
Begitulah Assalam!

Assalam, Dia lah Pemilik-Nya, maka...
Ada-Nya adalah Assalam! Ada-Nya adalah Islam!
Assalam, Islam, Dia dan Asma-Nya bertumpu kepada diri-Nya,
Yaitu Allah Azza wa Jalla.

Assalam, Antallah. Ya Robbi Anta 'Aziizun Hakiim.
Assalam Ya Jabbaar! Ya Allah Anta 'Aliimun Khobiir.
Assalam, Antallah! La syarika lak, Anta Allahu Ahad!
Ya salam...Ya salam...Ya salam...
Selengkapnya

Keadaan Diri di Alam Ruh

Sama, semuanya akan berada di alam ruh,
untuk manusia,
yang merasa memiliki ruh.

Tetapi, sama di alam barzakh,
mereka berada,
mereka merasakan: nikmat atau siksa.

Semuanya, bergantung keadaan dirinya,
karena ruhnya,
senantiasa diberdayakan oleh dirinya.

Manusia, apakah beriman atau pun tidak,
semuanya dimintai pertanggungjawaban,
ditanya dan diberi: menanggung derita atau menerima ganjaran.

Begitulah keadaan diri di alam ruh,
bagi semua manusia,
yang miskin maupun kaya,
beriman atau kafir,
syirik juga munafik atau fasik, berlaku bagaimana dirinya di alam dunia.


Selengkapnya
Read More