Senin, 30 Agustus 2010

Do'a

Hakikat bukan kewajiban yang diperintahkan,
      justru kesungguhan yang dicari.
Meski bukan wajib yang melandasi, do’a sangat menentukan,
     dalam mencari kehidupan sejati.
Manusia tak dapat pungkiri kebahagiaan dalam pelukan,
     sebab hidup di dunia takkan abadi.
Munajat sang hamba orang pilihan senantiasa mengadukan,
     berbagai pernak-pernik yang menghampiri.
Bukan tak ada persoalan yang membingungkan,
     setiap jiwa pasti mengalami silih berganti.
Jika bukan do’a yang dipanjatkan, apalagi yang ingin disebutkan,
     hanya itu senjata yang dijadikan perisai diri.


Selengkapnya

Jumat, 27 Agustus 2010

Janji Allah

Lalai adalah sifat yang berlaku bagi manusia karena ujian dunia,
      Harta benda bukanlah satu-satunya yang menjanjikan kesenangan.
Janji dunia adalah palsu, tapi manusia sangat menyenanginya,
      Kesenangan manusia hidup di dunia karena mudah dijanjikan.
Sudah lama manusia berlaku demikian untuk mengejar hawa nafsunya,
      Lihatlah bagaimana mereka kesudahannya karena cinta kepalsuan.
Tak mungkin sama janji dunia dengan janji Allah Yang Maha Mulia,
      Pasti itu berlaku bagi janji-Nya, tapi palsu adalah tabiat kejahatan.
Adakah manusia mulia karena mengejar janji yang ditawarkan dunia?
      Kebohongan adalah wujud asli setiap janji yang ditawarkan.
Mengapa manusia tidak mau menerima janji Allah yang sebenarnya?
      Janji-Nya adalah kebenaran-Nya, sungguh tak ada kebohongan.

Selengkapnya

Kamis, 26 Agustus 2010

Ada Dia di Mana-mana

Anda hai suara yang selalu bergemuruh pada pagi, siang, dan malam hari,
      Sudahkan kau tahu seperti apa suaramu, kau hanya bersuara?
Gula kau memang manis tapi kau yang bisa meracuni, sakit, lalu mati,
      Sudahkah kau tahu bagaimana rasa manismu?
Api hai kau yang menjadikan semua benda hangus terbakar, lukai dan mati,
      Sudahkan kau tahu bagaimana rasa panasmu?
Tak ada satu pun yang tahu walau dia berada di dalam diri sendiri,
      Apa pun itu hanya tahu karena Dia memberi tahu,
Dia ada di mana-mana dari pagi kembali lagi pagi,
      Kemanakah kau berlari, Dia takkan lari jauh bersamamu,
Dia Ada sebagaimana Ada-Nya yang takkan ada yang mau mengerti,
      Kalau kau tahu bagaimana Dia berada, maka pasti kau tahu,
Bala tentara makhluk yang selalu mengajak diri pasti,
      Mengapa kau selalu mau ditipu, dirayu, dan kau tak tahu,
Pikirlah dirimu hai makhluk yang selalu menguasai diri-diri,
      Apa dirimu tahu Dia tahu siapa kamu
Dia berada di manapun yang Dia adalah Yang Maha Terpuji,
      Aku kata-Nya akan senantiasa berlaku untuk semua makhluk-Ku
Ada Dia kini di hatimu bila kau sebut nama-Nya dalam diri,
      Salam buat kamu yang masih ragu dan tak mau tuk bertemu,

Selengkapnya

Selasa, 24 Agustus 2010

Perhitungan Allah

Menghitung berapa banyak perbuatan manusia sebagai makhluk,
      Begitu mudah bagi Allah menemukan jumlahnya,
Kalau dalam sehari ada lima maka Allah tidak mengantuk,
      Jika itu ada semilyar manusia Allah tidak perlu bertanya,
Gerangan siapa yang akan berlari dari arah pintu masuk,
      Maka tak ada satupun yang menghindarinya,
Satu, dua, dan seterusnya jumlah yang tak berbentuk,
      Kurang dari itu juga semuanya hanya angka,
Perhitungan Allah tak sama dengan perhitungan pungguk,
      Jangan mencoba bertanya kepandaian Allah Azza wa Jalla,
Pasti tepat hitungannya dalam berapapun jumlahnya makhluk,
      Dengan lebih cepat dari kecepatan apapun hitungannya,
Adalah manusia yang merugi akan berada dirinya dalam tengkuk,
      Sangat dekat dari makhluk yang adanya dia dalam dunia.

Selengkapnya

Kamis, 19 Agustus 2010

Relung Kehidupan

Kepunyaan siapa jalan-jalan itu yang kulewati,
       Siapapun lewati jalan itu tanpa ragu,
Melirik kemanapun tanpa ada yang mengganggu,
       Bagi yang ingin sejenak singgah pun boleh,
Mampirlah walau hanya dengan berat kaki melangkah,
       Semua pasti tak bisa menghindar meski sekejap,
Kemanapun pasti relung hadir dalam kehidupan,
       Sebab itulah pintu menuju kepada hakikat,
Senang bila kau memang seorang hamba yang soleh,
       Pasti kau sebagian dari mereka yang selalu merindu,
Tujuan kemana yang ingin kau langkahi dalam arahmu,
       Bukan berarti tiada yang tahu jalan hidupmu,
Sedikit lengah kau tertipu pada arah yang tak menentu,
       Jangan bimbang teruslah maju ke depan pintu yang satu,
Tak ada waktu bagimu untuk melarikan diri tanpa ragu,
       Jalan itu terus menjumpai dirimu ke arah maumu,
Maka dari itu kau tak mampu tanpa lewati relung sudah tahu,
       Manusia mana yang tak luput dari kemilau hidup palsu,
Jalan itu membuat kau tak mau berkilah dengan akalmu,
       Sudah ada dalam rentang waktu yang dituju,
Relung kehidupan pasti langkahkan kakimu menuju pintu,
       Jangan kau bersikap bagaikan tak mau tahu.

Selengkapnya
Read More