Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 April 2017

Alangkah Indahnya Berada di Sisi-Mu

Indahnya dekat di sisi Allah

Adakah dunia terpaku dalam keheningan?
Hanya dunia yang menguji keimanan
Alangkah indahnya berada di sisi-Mu
Karena dunia tak lagi mampu menyatukan
Berada dekat dengan kasih sayang-Mu

Adakah dunia terpukau dalam ketakjuban?
Hanya dunia yang memisahkan hawa nafsu
Betapa indahnya dekat di sisi-Mu
Karena dunia telah lama memperlihatkan
Bahwa hanya Engkaulah yang menjadi tujuan

Bagaimanakah keindahan berada di sisi-Mu?
Tanyakan pada hati yang tak pernah lupakan Aku
Bersemi dalam rahmat dan cahaya-Ku
Kututup bingkai yang meresahkan
Tuk raih kedekatan dengan keridaan-Ku

Selengkapnya

Rabu, 05 April 2017

Bersih Hati Tuai Ketakwaan

Hati yang bersih penuh keindahan

Bersih hati itu indah
Begitu indah mata tak sanggup tuk mengabaikannya
Dalam bersih hati terbesit cahaya menyejukan
Dunia indah takkan mengalahkan bersihnya hati di hadapan Tuhan

Dahulu orang-orang tak peduli pada keindahan
Begitu menyaksikan tak lagi mau berpaling darinya
Begitulah jika telah sampai hati bersih dari godaan
Tertumpu harapan hanya pada Dia Yang Maha Indah

Sayang bila dibiarkan
Hati bersih demikian menjaminkan
Tuk hamba yang merindukan Tuhan
Dia-lah Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana

Biarkan hati rindukan Dia
Dalam pelukan yang menyuarakan
Ada Allah Yang Maha Mendengarkan
Setiap asma yang mengagungkan
Selengkapnya

Minggu, 09 Oktober 2016

Ar-Rahim

Tersebut nama-Nya Ar-Rahim
Adalah Allah Sang Pemiliknya
Terdengar indah nama-Nya itu disebut-sebut
Setiap pagi, petang, siang dan malam
Tak ada rasa yang membosankan
Tidak juga terasa melelahkan
Ar-Rahim terselip dalam hati: Ya Rahim
Duhai Yang Maha Penyayang
Para pezikir khafi selalu menyerunya
Ya Rahim...Ya Rahim...Ya Rahim
Dengan penuh kelembutan 
Dengan penuh ketenteraman
Al-Haq menaburkan rasa cinta-Nya
Derap hati menyebut asma-Nya
Dibalas dengan penuh kemesraan
Tak ada jalinan yang menghanyutkan
Selain memuncak rasa rindu kepada-Nya
Bergetar seluruh jiwa dan raga
Bertaburkan cahaya kasih sayang
Para malaikat sangat merasakan
Ada cinta seorang hamba kepada Tuhannya
Bersahut-sahutan semua hamba menyebut asma-Nya
Ya Rahim...Ya Rahim...Ya Rahim
Hidup dan tetap hidup
Hati seorang hamba yang menyeru-Nya
Rasa ke-ilahi-an semakin tajam
Tertambat rindu yang menenangkan
Semakin kokoh langkah keimanan
Menuju puncak keridaan 
Selengkapnya

Senin, 23 April 2012

Satu Hati dalam Jiwa

Duh betapa susah orang yang tak satu hati
Lebih-lebih jika tak punya jiwa yang tiada satu hati
Pudar hati lepaskan jiwa tanpa arti
Seolah hidup tidak berarti

Keluhuran budi pekerti sangat teguh dan sepenuh hati
Aktif dan tak mati satukan hati
Setia berpadu satu akal dengan satu hati
Itulah satunya hati dalam jiwa insani

Betapa hidup iman yang satu hati dengan ilahi
Ditenteramkan hatinya bersatu padu jiwa dan hatinya
Sangat setia hatinya memuji Sang Ilahi
Akal pun tak pernah lalai mendengar apa kata hati

Diikat sangat kuat janji ilahi dalam hati
Agar hati dalam jiwa tak lupa diri
Jaga hati adalah bukti insan berbudi pekerti
Malaikat pun senyum berseri turut menemani

Takdir ilahi menghendaki ketulusan hati dengan cinta sejati
Ke mana pun pergi hati tak pernah lupakan Ilahi Robbi
Dipuji dan diimani tanpa henti dalam hati
Dengan keluhuran hati iman pun tak pernah mati, bahkan abadi

Satu hati dalam jiwa tak pernah mengingkari janji
Kepada diri dan Ilahi Robbi
Bersemayam dalam hati Sang Ilahi tuk menemani diri
Selaksana tiada dua antara hati dan Ilahi Robbi


Selengkapnya

Selasa, 13 Maret 2012

Rindu Pada-Mu Ya Robbi

Adakah seorang hamba tak pernah rindu pada-Mu Ya Robbi?
Betapa meruginya dia Ya Robbi
Adakah kerinduan pada-Mu tidak menguraikan rahmat-Mu Ya Robbi?
Aku hanyalah seorang hamba yang lemah dan tak berdaya di hadapan-Mu Ya Robbi!

Dari hati yang bertahta redam segala angkara murka Ya Robbi
Seluruh Rasul dan Nabi telah Kau tanamkan kerinduan yang mendalam pada-Mu Ya Robbi
Adakah kami umat Muhammad Saaw tidak Kau tetapkan dalam hati rasa kerinduan Ya Robbi?
Aku hanyalah seorang hamba yang tak tahu apa-apa Ya Robbi!

Sudahkah diri kami patut merindu pada-Mu Ya Robbi?
Tetapi bagaimanakah kami seharusnya merindu kepada-Mu Ya Robbi?
Tidakkah Engkau terbatas dinding bagi kami yang penuh dusta Ya Robbi?
Aku hanya seorang hamba tak mengerti bagaimana yang menjadi kehendak-Mu Ya Robbi!

Dengan penuh harap kami hanya bermohon agar dibukakan bagi kami hati yang merindu Ya Robbi
Biarlah dengan segenap kedurhakaan kami selain Engkau maafkan Ya Robbi
Biarkan kami tak pandai berterima kasih kecuali Engkau curahkan kasih sayang Ya Robbi
Aku hanya seorang hamba yang hanya bisa berharap kebaikan Ya Robbi!

Lalu dengan apa kami mendapati hati yang merindu pada-Mu Ya Robbi?
Haruskah hatiku berdzikir pada-Mu Ya Robbi?
Atau kami harus tunduk dan patuh pada-Mu Ya Robbi?
Aku hanya seorang hamba tak tahu bagaimana jadinya jika tiada Engkau tanam kerinduan Ya Robbi!

Jadikan aku semakin yakin mengenali kehendak-Mu Ya Robbi
Engkau rida hati kami bertambah yakin akan kemahakuasaan diri-Mu Ya Robbi
Rindukan hatiku pada apa pun yang Engkau ridai Ya Robbi
Aku hanya rindu pada-Mu Ya Robbi.





Selengkapnya

Rabu, 29 Desember 2010

Suci Hati Raih Cahaya-Nya

Engkau kehendaki siapa pun yang Engkau cintai!
Hati yang suci andalan yang pasti!
Adakah Engkau kehendaki hati yang suci?
Aduhai sungguh beruntunglah siapa yang hatinya suci!

Engkau bimbing kepada cahaya-Mu siapa yang Engkau kehendaki!
Alangkah bahagianya dia yang meraih cahaya-Mu yang suci!
Kemilau cahaya-Mu pasti menuai bukti yang hakiki!
Beritakah ini atau memang janji-Mu yang pasti?

Sekiranya itulah kepastian adakah Engkau beri bukti?
Alangkah beruntungnya jika ku nanti mendapati bukti yang pasti!
Adakah aku pasti menjadi manusia suci?
Cahaya-Mu pasti suci, maka siapa pun suci hati itu pasti!

Adakah aku dapat menyucikan hati dengan pasti?
Jika Engkau kehendaki itu pasti aku dapati!
Alangkah bahagianya bila itu memang terjadi!
Suci hati raih cahaya yang pasti abadi!
Selengkapnya

Jumat, 10 Desember 2010

Suci Hati Rindu Ilahi

Allah, Allah, Allah hatiku kini merindukan-Mu,
Di manakah Engkau kan kucari bila kumerindu pada-Mu?
Adakah Kau kini bersama aku yang tak baik hati pada-Mu?
Akankah Engkau menghampiriku sekiranya kumencari-Mu?

Duhai Ilahi Yang Baik Hati baikkah hatiku kepada-Mu?
Setiap detik kuingin Engkau bersamaku dalam kasih sayang-Mu!
Allah di manakah aku mengadukan-Mu?
Adakah Engkau kini berada di hati hamba-Mu?

Subhanallah, Maha Suci Engkau bagaimanakah nasib diriku?
Akankah Engkau menolongku dari setiap kelemahan diriku?
Aduhai celakah diriku bila tidak Engkau menyayangiku!
Demi jiwaku tebusannya sungguh aku sangat rindu kepada-Mu oh Tuhanku!

Salahkah bila kucurahkan isi hatiku?
Duhai pelita hatiku mana mungkin aku melupakan-Mu dalam langkahku!
Ajakan akan perintah dan larangan-Mu belum juga kuikuti dalam hidupku!
Ya Ilahi patuhkah diriku berdzikir kepada-Mu setelah kupenuhi kewajibanku?

Asma-Mu sangat baik tetapi betapa bodohnya diriku tak sebut asma-Mu!
Aduhai kini aku menyesal mengapa aku mengabaikan-Mu!
Demi ibuku yang telah melahirkanku kini aku sebut asma-Mu!
Jadikanlah hatiku terus tenteram karena menyebut asma-Mu!
Selengkapnya

Rabu, 27 Oktober 2010

Perlukah Allah Bersemayam di Hati?

Andai aku dapat berada di dalam Allah patutkah diriku?
Andai aku sudah tiba di hadapan-Nya dapatkah aku bicara?
Andai aku ada dalam genggaman-Nya dapatkah mulutku tersenyum?
Andai aku sudah pandai berjumpa dengan-Nya bagaimanakah aku?

Saat ini hatiku diliputi suka dan bahagia adakah Dia di situ?
Saat ini aku sangat berarti bagi diriku adakah Dia di hatiku?
Saat ini Dia selalu menyapaku adakah Dia mencintaiku?
Saat ini Dia ada dalam jiwaku patutkah aku menghindari-Nya?

Tidak ada aku dalam Dia selain karena Dia Maha Penyayang!
Tidak akan mungkin aku bersama-Nya jika bukan karena Dia Maha Bijaksana!
Tidak mungkin aku senantiasa berjumpa kalau bukan karena Dia Ada di diriku!
Tidak mungkin tanpa Allah Yang Maha Kuasa atas seluruh ciptaan-Nya!

Patutkah aku mendambakan Dia dalam diriku?
Dapatkah aku mengundang Dia untuk bersemayam di hatiku?
Adakah Dia mengakui panggilanku sebagai apa adanya?
Duhai kerinduanku aku memang perlu Diri-Mu hadir di hatiku!
Selengkapnya

Jumat, 01 Oktober 2010

Bahagia Lahir dan Batin

Allah Azza wa Jalla sasaran kerinduan setiap mu’min setia,
adalah Dia yang menenangkan hati orang-orang beriman asalnya.
Pasti bahagia siapa saja yang mendapatinya,
alhamdulillah seharusnya anda sampaikan kepada-Nya.

Jika bukan karena Dia mana mungkin anda selalu bahagia,
subhanallah ada dua dunia, lahir dan batin di dunia.
Bagaimana anda tidak bersegera untuk selalu mendekati-Nya,
basah sudah bumi tercurah hujan yang melanda.

Sudahkah anda merasa hadirnya Dia di hati yang mulia?
cobalah sebentar saja jangan lupakan Dia.
Allah Yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya pasti ada-Nya,
Baik buruk andalah yang memulainya.

Selengkapnya

Rabu, 18 Agustus 2010

Ma'rifatullah

Melalui jalan yang tak bertepi terasa sangat sunyi,
       Samudera pun sepi dari para pencari rezeki,
Ya Robbi Engkaukah yang aku cari selama ini,
       Kini kudapati jalan yang selalu abadi setia menanti,
Beribu pasang mata hati tak mau mendekati,
       Diam tak berani untuk menyertai,
Begitu lengang tanpa ada yang menemani,
       Diriku dibuat terpanah oleh sinar yang berseri,
Kucoba untuk menatap tapi ada rasa tak berani,
       Duhai pelita begitu indah tak tampak melukai,
Ada juga yang mau menghampiri penuh asyik dalam diri,
      Wajah-Nya begitu menua tapi tak tampak asli sekali,
Mukaku tak ada tapi Wajah-Mu kudapati dalam hati,
       Seolah tak mungkin bahwa itu terjadi di dalam bingkai hati,
Ma’rifatullah orang menyebut peristiwa yang dialami,
       Seorang penempuh jalan yang sudah mencapai pada puncak rahasia ilahi,
Pintu hati kini mulai terasa terisi penuh dengan percaya diri,
       Sekalipun tak ada orang yang menyalami bunga hati tersenyum abadi,
Soal asal usul mulai menjadi panutan manusia sejati,
       Baru aku sadari tidak ada yang menempati posisi,
Bergetar sanubari yang berada di balik pujaan manusiawi,
       Sadar akan diri bahwa Allah Yang Maha Terpuji.

Selengkapnya

Minggu, 15 Agustus 2010

Selalu Tersenyum

Kemana manusia mencari keindahan hakiki tanpa merasa lelah?
        Badan sulit lakukan mata bersedih tanpa melupakan kekacauan,
Adakah manusia dapat hapus kesedihan dari matanya?
        Jamaah tablig akbar pun tak mampu selain dirinya,
Salahkah jika kau senyum tanpa merasa kelu bibir?
        Manusia sangat mendambakan bibir yang menyejukkan hati,
Senyum hapus duka yang melingkup dunia tanpa tanya,
        Buang semua keluh kesah bila ada senyum di bibir,
Tidur sebagai istirahat menjadi sebetulnya terjadi,
        Sebab tak ada luka di hati, nestapa pun tiada,
Jendela semilirkan udara segar di saat bangun dari tidurku,
        Tidak ada sepi tanpa suara selain ada keindahan langsung dari hati,
Di alam yang penuh dusta maka tersenyumlah sebagai keindahan tiada tara,
        Senyum membawa berkah bagi setiap manusia yang melihatnya,
Kejahatan manusia takkan sirna tanpa merasa ada senyum dengan sesama,
        Ceria adalah suasana yang sangat didamba oleh sang ksatria,
Mengapa tiada yang mencoba untuk membuat hati menjadi mulia,
        Cerita manusia akan derita tak mungkin sirna bila tiada mulut bicara,
Akankah segera akhiri dunia yang penuh luka tiada akhir?
        Sudahlah kau derita jika hanya melihat tanpa mau berbagi senyum

Selengkapnya

Jumat, 06 Agustus 2010

Allah Azza wa Jalla

Pasti selalu Janji-Nya,
           tak pernah palsu,
Boleh izin tapi sesuai Kehendak-Nya,
           untuk hamba yang takut siksa-Nya,
Kalau Ada di mana-mana,
           tetapi tetap Ada Dia,
Dia Ada di Hatimu juga di Hatiku,
           di semua Hati yang Meng-Adakan-Nya,
Aku ucapan-Nya,
           kepada hamba yang mengenal-Nya,
Bukan Dia yang di luar sana,
           hanya Dia Yang Ada,
Bisikan adalah umpatan,
           mustahil bagi-Nya,
Petunjuk Yang Ada,
           itulah Ada-Nya,
Jiwa yang tenang,
           karena bersemayam-Nya Dia,
Tiada Tuhan selain Dia,
           Dia adalah Allah Azza wa Jalla

Selengkapnya

Kamis, 05 Agustus 2010

Bingkai Gelora

Biarkan aku menuju Jalan Allah,

                   Ada Dia Yang Memberi aku hidup,

                   Kusebut nama-Nya,

                              Dia berwujud sepertiku,

                   Lalu aku pun ragu,

                              seolah tak percaya


Dia semakin Berada di Hatiku,

                   Jadi aku bertambah malu,

                  Semula ragu,

                              aku tak lagi membisu,

                  Aku adalah dirimu hai hamba-Ku,

                              aku sebetulnya siapa?


Hatiku adalah Bingkai yang aku tahu,

                  Ada-Nya di Hatiku,

                  Gelora berada di Hati bertambah,

                              aku ingin selalu bertemu,

                  Dia kini yang aku rindu,

                              seolah tak mau tahu
Selengkapnya
Read More