Tampilkan postingan dengan label mulia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mulia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

Kebijaksanaan Yang Mulia

Bijaksana adalah milik-Nya,
bukan milik manusia makhluk ciptaan-Nya.
Bagaimana seharusnya,
juga bukan urusannya.

Manisnya ibadah sangat ditentukan kerinduan kepada-Nya,
bukan hanya sekedar menanggalkan kewajiban atas perintah-Nya.
Mulia di sisi-Nya bukan ditentukan oleh jumlahnya,
selain kecintaan yang mendalam kepada-Nya.

Manfaat ibadah bagi muslim ada pada dirinya,
berbuat seharusnya atau seadanya.
Jika seharusnya,
bahagia hidupnya.

Kebijaksanaan Yang Mulia milik diri-Nya.
Siapa pun berhak mendapatkannya.
Kiranya segera mencintai-Nya.
Biar Dia mengeluarkan kebijaksanaan-Nya mencurahkan karunia-Nya.
Selengkapnya

Senin, 13 September 2010

Mulia

Lupakan masa lalu yang buruk lagi menyesatkan,
tiada guna hanya menyesali tanpa mau memperbaiki kebiasaan.
Ada pintu untukmu bertobat yang dimaafkan,
asal kau betul-betul menyesali dosa semua perbuatan .

Manusia bagai ombak bergulung ke tepian,
lalu bergerak menuju pusaran.
Jangan lupa dunia yang tak punya belas kasihan,
segeralah sucikan jiwa yang tak asal-asalan.

Reguklah air yang menyegarkan,
jangan kau minum racun yang mematikan.
Sambutlah masa depan yang menggembirakan,
tiada kata yang membosankan.

Jika kau pertaruhkan raga jadi pintu harapan,
maka sungguh mulia nasibmu kawan.
Maka semua yang menjadikan hidup terasa banyak beban,
akan sirna bila kau menjadi manusia pilihan.

Mulia adalah tumpuan orang yang beriman,
bila dia mengikuti jalan menuju Allah Yang Memberimu makan,
Wahai sahabat yang dirindukan oleh segenap penghuni alam keabadian,
jangan biarkan dirimu menjadi lawan yang merugikan.

Selengkapnya

Kamis, 02 September 2010

Puasa Hamba

Andaikan kutahu pahala puasa adalah kemuliaan,
maka tak mungkin aku berpuasa sekedarnya.
Kuingin kembalikan aku ya Allah pada puasa yang meneguhkan jiwa.
Bukan puasa hanya wajib,
tetapi lebih dari itu.

Andaikan Kau beri aku waktu di tahun depan,
jadikan diriku orang yang senantiasa berpuasa lebih dari sekedar.
Menjunjung tinggi nilai-nilai berpuasa sebagaimana seharusnya.
Berpuasanya manusia-manusia yang merendah di hadapan-Mu.
Ya Allah diriku belum mampu memaknai puasa yang seharusnya,
bukan asal puasa.

Duhai Allah kini kutahu bagaimana kehendak-Mu,
saat manusia diwajibkan berpuasa.
Bahwa puasa seorang hamba tidak begitu,
melainkan puasa yang mengerti hakikatnya.
Puasa bukan menahan lapar dan haus,
namun puasa yang sungguh-sungguh puasa lahir dan batin.

Puasa seorang hamba memang begitu seharusnya,
bukan sekedar puasa.
Puasa seorang hamba menjangkau langit,
menemui Sang Maha Raja.
Itulah puasa yang bernilai kemuliaan.
Selengkapnya
Read More